Senin, 26 Oktober 2009

LAKPESDAM NU Bahas Kematian Buruh Migran

Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnetik dan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bahas kematian Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Kutasari, Kecamatan Cipari, Cilacap dalam Diskusi Kampung, Jum'at (9/10/2009). Kegiatan ini dilakukan di rumah korban Tutur Komariyah (39) menghadirkan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Cipari.

Diskusi Kampung kali ini merupakan putaran yang ke tujuh, setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Kroya pada September lalu. Menurut Ketua Panitia, Masngudi (31), topik yang akan dibedah sangat penting sebab kejadian di atas masih aktual. Tutur Komariyah meninggal pada 25 September 2009 setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Polri Jakarta.

"Keluarga korban butuh penjelasan apa penyebab kematian almarhumah. Peristiwa ini terjadi mendadak setelah korban dipulangkan dari tempat kerjanya di Brunai Darussalam," ujarnya.

Tutur Komariyah bekerja di Brunai Darussalam selama lima bulan. Awal Ramadhan, keluarga sempat menerima telepon dari almarhumah perihal kesehatannya yang memburuk. Korban mengaku sering berobat, namun tidak menjelaskan jenis penyakit yang dideritanya secara rinci.

"Fokus diskusi membahas perlindungan bagi para TKI di luar negeri. Belajar dari periatiwa ini pemerintah Indonesia seharusnya memperhatikan kesehatan para pahlawan devisa," lanjut Masngudi.

Terbit dalam Forumwarga.net

MWC NU Gandrungmangu Bentuk Panitia Konferensi

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gandrungmangu adakan halal bihalal di Masjid Agung Desa Cisumur, Gandrungmangu, Cilacap (6/10/2009). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran kepengurusan MWC NU Kecamatan Gandrungmangu dan para kyai. Pengisi tausiyah dan pembekalan adalah KH Maslahuddin, salah satu jajaran Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cilacap.

Dalam sambutannya, KH Masluddin berpesan agar NU Kecamatan Gandrungmangu harus bisa memanfaatkan momen konferensi ini untuk bangkit dari keterpurukan dan berbenah untuk masa depan yang lebih baik. Melalui konferensi para ulama di Kecamatan Gandrung bisa merancang organisasi kuat.

"Sudah hampir dua periode MWC NU Kecamatan Gandrungmangu tidak berjalan. Seharusnya kegiatan konferensi sudah berlangsung enam bulan yang lalu. Nasib NU akan akan terpuruk jika pengaturan organisasinya buruk," ujarnya.

Dalam kesempatan lain, Ketua Dewan Syuriah MWC NU Kecamatan Gandrungmangu, K.H. Toha Ma'ruf didampingi Ketua Dewan Tanfidz K. Rusmadi mengatakan perlu melakukan pembinaan jalur struktural dan kultural untuk MWC NU Kecamatan Gandrungmangu agar kepengurusan yang terbentuk akan lebih baik dari sebelumnya.

Kegiatan itu memutuskan KH. Tabingan sebagai Ketua Panitia Konferensi. Untuk wakil ketua, sekretaris, dan bendahara diamanahkan kepada K. Masykur, Mas Hanafi, dan H Yusrodin. Selanjutnya ketua terpilih di dampingi jajaran MWC akan membentuk kepanitiaan secara utuh dua hari mendatang.

Terbit dalam Forumwarga.net

Tifa latih Pengelola PTK Mahnetik Menulis

Yayasan TIFA Jakarta bersama pengelola Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnetik adakan pelatihan menulis selama tiga hari di Hotel Jayakarta, Jogjakarta. Kegiatan ini berlangsung sejak hari Jumat (9/10/2009) hingga Minggu (11/10/2009). Hadir sebagai pembicara Andreas Harsono, pegiat Yayasan Pantau Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh enam lembaga mitra, yaitu Lakpesdam NU Cilacap, I-Work, PPSW, Dian Mutiara Malang, Panca Karsa Mataram, dan Seruni Banyumas. Tujuan pelatihan adalah agar pegiat PTK Mahnetik mampu menulis cerita-cerita yang mengalir dari komunitas. Selanjutnya, cerita-cerita itu dapat diolah menjadi pelajaran berharga.

Koordinator Program Mahnetik TIFA, Sri Aryani, mengatakan sudah saatnya komunitas mendokumentasikan pengalamannya sendiri. Hal ini akan mendorong pembelajaran yang pada hal-hal yang lebih luas.

"Dokumentasi bisa membantu proses pendidikan dan kampanye buruh migran. Pengelola dapat menemukan pengalaman-pengalaman berharga dalam pelaksanaan program," ujarnya.

Lebih lanjut, Ari berharap peserta dapat melakukan transformasi pengetahuan yang masih berserak di masyarakat menjadi pengetahuan yang mampu menjadi alat pemberdayaan.

"Ini tidak gampang, tapi TIFA akan melayani pendampingan jarak jauh hingga program usai tahun 2010," lanjutnya.

Selama pelatihan peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktek lapangan.

Tulisan ini pernah terbit di Forumwarga.net

Pemdes Srimartani Menyerahkan Bantuan Gempa Cilacap

Sidareja (17/10) - Sabik Al- Fauzi - Pemerintah desa Srimartani Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta menyerahkan bantuan untuk korban gempa Cilacap ke Posko Lakpesdam NU. Penyerahan dilakukan dengan acara seremonial sederhana di Posko Sidareja.

Rombongan dari Yogyakarta tersebut sampai di Posko bersama LAKPESDAM NU kabupaten cilacap jum'at malam (17/09/2009) pukul 20.10 WIB. Rombongan terdiri dari Kepala Desa Sri Martani, BPD Desa Srimartani,Karang Taruna Srimartani, Paguyuban Dukuh Sri Martani, dan forum warga Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Syaiful Musta'in kordinator umum Posko Lakpesdam bersama kepala desa Sidamulya Khusnun Kurnia menerima langsung kedatangan rombongan tersebut.

Selain kordinator Posko dan Kades Sidamulya, penyambutan juga disaksikan oleh beberapa korban gempa di kecamatan Sidareja yakni dari desa Sudagaran dan Sidamulya. Rombongan menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp.9.195.000,- dan Secara simbolik diterima oleh Syaiful musta'in selaku kordinator umum Posko.

"Beliau-beliau ini memang menyatakan akan menggalang dana untuk korban, akan tetapi karena terkendala waktu, akhirnya bantuan baru bisa diserahkan sekarang" Ujar Syaiful ketika menyampaikan sambutan.

Senada dengan apa yang di katakan Syaiful, Ruspamudji Nugroho selaku kades Srimartani juga mengatakan bahwa niatan untuk datang ke Cilacap guna meninjau korban dan menyerahkan bantuan secara langsung sudah diagendakan sejak lama sebelum Idul Fitri. Namun karena kendala di masing-masing perangkat belum mempunyai waktu yang sama, sehingga hari ini baru bisa terlaksana.

"Dengan tambahan bantuan dari pemerintah desa Srimartani, berarti Sampai hari ini dana yang terkumpul di Posko Lakpesdam NU telah mencapai Rp.51.060.750,-. Dana tersebut rencananya akan langsung didistribusikan pada hari senin, 19 Oktober 2009 untuk keperluan rekonstruksi rumah korban,"jelas syaiful menutup sambutannya.

Setelah selesai menyerahkan bantuan dan beramah tamah serta menyantap mendoan, malam itu juga rombongan Pemerintah desa Srimartani pamit pulang ke Yogyakarta.